Komponen Sistem Informasi
KOMPONEN SISTEM INFORMASI
Tugas dari sistem informasi adalah melakukan siklus pengolahan data. Untuk melakukan siklus
ini, sebagai suatu sistem diperlukan komponen- komponen tertentu. Telah diketahuai bahwa data
perlu diolah untuk dijadikan informasi yang berguna lewat suatu siklus. Siklus ini disebut dengan
siklus pengolahan data atau disebut juga dengan nama siklus informasi.
untuk melakukan siklus pengolahan data, diperlukan 3
buah komponen yaitu komponen input, model, dan output
Dari siklus data yang dikembangkan, terlihat bahwa untuk melakukan pengolahan data
diperlukan tambahan sebuah komponen lagi, yaitu komponen basis data. Dengan demikian
komponen – komponen sistem informasi, yaitu komponen input model, dan output sekarang
bertambah sebuah komponen lagi yaitu komponen basis data.
A. Komponen Input
Input dari sistem informasi berupa data yang akan di olah oleh sistem ini. Data dari sistem
informasi dapat berasal dari luar organisasi, misalnya data saham dari pasal modal atau dari
dalam organisasi, seperti data penjualan. Data dari dalam perusahan yang merupakan input
sistem inforamasi sebenarnya adalah output dari bagian lain di organisasi. Misalnya data
penjualan sebenarnya merupakan output dari transaksi penjualan di departemen penjualan. Data
untuk sistem informasi perlu ditangkap dan dicatat di dokumen dasar. Domuken dasar (source
document) merupakan formulir yang sangat digunakan untuk menangkap (capture) dari data
yang terjadi. Dokumen dasar sangat penting dalam arus data sistem informasi. Dokumen dasar
ini dapat membantu penanganan arus data sistem informasi sebagai berikut:
1. dapat menunjukan macam – macam data yang harus di kumpulkan dan di tangkap
2. data dapat di catat dengan jelas, konsisten, dan akurat
3. dapat mendorong lengkapnya data akuntantasi disebabkan data yang dibutuhkan disebutkan
satu per satu dalam dokumen dasarnya
4. bertindak sebagai distributor data karena sejumlah tembusan dari formulir-formulir tersebut dapat diberikan kepada individu-individu atau departemen-departemen yang membutuhkan.
5. dokumen dasar dapat membantu pembuktian terjadinya suatu tansaksi yg sah sehingga sangat berguna untuk pelacakan pemeriksaan (audit trail).
6. dokumen dasar dapat digunakan sebagai cadangan atau pelindung( back up) dari file-file di komputer.
Proses selanjutnya. Setelah data tercatat di dokumen dasar adalah memasukkan data tersebut dalam sistem informasi (data entry).
B. Komponen Output
Produk dari sistem informasi adalah output berupa informasi yang berguna bagi para
pemakaiannya. Output merupakan komponen yang harus ada di sistem informasi. Sistem informasi yang tidak pernah mengluarkan output tetapi selalu menerima input dikatakan bahwa input yang diterima masuk kedalam lubang yang ada dalam (deephole). Output dari sistem infomasi dibuat dengan menggunakan data yang ada di basis data dan diproses menggunakan model tertentu.
C. Komponen Basis Data
Basis data (database) adalah kumpulan data yang saling berhubungan satu dengn yang lainnya, tersimpan diperangkat keras komputer, dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.
Dari definisi ini, tedapat tiga hal yang berhubungan dengan basis data sebagai berikut :
1. Data itu sendiri yang diorganisasikan dalam bentuk basis data (database)
2. Simpanan permanen (storage) untuk menyimpan basis data tersebut
Simpanan ini merupakan bagian dari teknologi perangkat keras yang digugunakan di sistem
informasi. Simpanan pemanen yang umum digunkan berupa hardisk.
3. Perangkat lunak manipulasi basis datanya. Perangkat lunak ini dapat dibuat sendiri dengan
menggunakan bahasa pemrograman komputer atau dibeli dalam bentuk suatu paket. Banyak
paket perangkat lunak yang disediakan untuk memanipulasi basis data.
Paket perangkat lunak ini disebut dengan database management system (DBMS). Contoh DBSM yang terkenal, yaitu Dbase, foxbase, mysql, microsoft acces, dan oracle.
D. Komponen Model
Informasi yang di hasilkan oleh sistem informasi berawal dari data yang diambil melalui basis data yang diolah lewat suatu model –model tertentu. Model-model yang digunakan di sistem informasi dapat berupa model logika yang menunjukkan suatu proses perbandingan logika atau
model matematika yang menunjukkan proses perhitungan matematika.
E. Komponen Teknologi
Teknologi merupakan komponen penting dalam sistem informasi. Tanpa adanya teknologi yang
mendukung, sistem informasi tidak akan menghasilkan informasi yang tepat waktunya. Komponen teknilogi mempercepat sistem informasi dalam pengelolaan datanya. Komponen teknologi dapat dikelompokkan dalam dua macam kategori, yaitu teknologi sistem komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) dan teknologi sistem telekomunikasi.
F. Komponen Kontrol
Komponen kontrol juga merupakan komponen yang penting dan harus di sistem informasi. Komponen kontrol ini digunakan untuk menjamin bahwa informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi merupakan informasi yang akurat. Sistem pengendalian atau control dalam sistem informasi dapat diklarifikasikan sebagai sistempengendalian secara umum (general control system) dan sistem pengendalian aplikasi (application control system). Lebih lanjut, pengendalian secara umum dapat terdiri atas
pengendalian sebagai berikut :
1. Pengendalian oganisasi
2. Pengendalian dokumentasi
3. Pengendalian perangkat keras
4. Pengendaliankeamana fisik
5. Pengendalian keamanan data
6. Pengendalian komunikasi.
Pengendalian aplikasi dapat diklasifikasikan sebagai pengendali masukan (input control), pengendali proses (processing control) dan pengendalian keluaran (output control). Pengendalian aplikasi umumnya merupakan pengendalian yang sudah diprogramkan di perangkat lunak.
Pengendalian aplikasi ini diantaranya adalah control digit check, reasonable check, zero balance check, matching check, echo check, dan batch control check.
G. Komponen Manusia
Manusia bukan komponen dari sistem informasi. Manusia sebagai komponen dari sistem
informasi merupakan perdebatan yang sengit. Manusia adalah komponen dari organisasi.
Komponen-komponen lainnya dari organisasi, selain komponen sistem adalah komponen social
sedangkan komponen sistem informasi adalah teknologi. Oleh karena itu, organisasi juga disebut
sosioteknologi (socio teknological system).
Salah satu komponen organisasi adalah manusia. didalam organisasi, manusia berinteraksi
dengan sistem informasi yaitu manusia mengoperasikan sistem informasi dan menggunakan
informasi yang dihasilkannya. Dengan demikian, manusia adalah subjek dan sistem informasi
adalah objek yang digunakan oleh subyeknya. Dalam pengembangan sistem informasi, yang
harus dikembangkan adalah komponen-komponen dari sistem informasinya. Setelah sistem
informasi dikembangkan sistem infomasi ini mulai dikembangkan, sistem informasi ini mulai
diterapkan di organisasi menjadi komponen atau subsistem dari organisasi. manusia di latih
untuk mengapesiasikan dan menggunkan sistem informasi ini.



Komentar
Posting Komentar